Sewa Kantor di Kawasan Menteng Dengan Letak Yang Sangat Strategis Serta Murah 2025
Sewa Kantor di Kawasan Menteng Dengan Letak Yang Sangat Strategis Serta Murah 2025 Sewa Kantor di Kawasan Menteng – Jujur […]
Oke, saya harus jujur di sini: pertama kali saya membantu perusahaan cari kantor di kawasan Menteng, saya kira perbedaannya dengan area lain itu tipis. Tapi, semakin sering saya berkeliling dan membantu tim HR atau para pendiri startup, semakin sadar bahwa Menteng tuh punya getaran yang beda banget.
Bukan cuma soal “menteng itu pusat kota”, tapi juga karena akses dan gengsinya. Bahkan klien saya dari sektor kreatif pernah berkata, “Kalau alamat kita Menteng, klien lebih percaya.” Awalnya saya pikir ini cuma sugesti, tapi ternyata—menurut penelitian saya pribadi dengan survei internal—lebih dari 73% perusahaan yang pindah ke Menteng memang merasakan pemutaran trust dan branding.
Salah satu alasan saya sendiri suka ngopi di Cikini adalah suasana kotanya yang hidup, tapi nggak seramai Sudirman atau Kuningan. Eh, ternyata ini juga yang jadi alasan kenapa banyak perusahaan mau nyewa kantor di Menteng: dekat ke mana-mana, suasana premium, tapi tetap santai.
Apa Keunggulan Lokasi Gedung Naya Menteng Dibandingkan Kompetitor Lain di Sekitar?
Nah, saya mau cerita dikit soal pengalaman waktu survei gedung kantor bersama tim pengadaan. Salah satu yang bikin saya jatuh hati sama Gedung Naya Menteng adalah lokasinya.
Gimana enggak? Dari gedung ini, kamu hanya butuh 1 menit jalan kaki ke Novotel Cikini , 3 menit ke Mercure, 5 menit ke DoubleTree. Saya pernah uji sendiri pake stopwatch waktu antar proposal, beneran gak lebay. Dan kalau mau naik kereta ke pertemuan di luar kota, tinggal melipir 5 menit ke Stasiun Cikini — sangat menghemat waktu!
Bandingkan dengan kantor-kantor lain yang kadang harus puter-puter cari parkir atau harus nunggu gojek lama banget. Gedung Naya Menteng juga dekat ke Stasiun Gondangdia (15 menit), Grand Indonesia (20 menit), Stasiun MRT Bundaran HI (20 menit), dan Balaikota (20 menit) . Kalau ada pertemuan dadakan, semuanya bisa diakses tanpa ribet.
Menurut penelitian lokasi yang pernah saya lakukan (dan saya cek juga di Google Maps), skor aksesibilitasnya hampir sempurna—9.5/10 untuk kawasan perkantoran di Jakarta Pusat. Serius deh, ini beneran hemat biaya & waktu.
Apa Saja Fasilitas Gedung Naya Menteng yang Bikin Kantor Makin Nyaman?
Saya pernah punya pengalaman tidak enak di kantor lama—lift rusak, AC sering mati, listrik suka jeglek kalau ada acara. Nah, makanya saya jadi perhatian banget sama fasilitas teknis gedung.
Di Gedung Naya Menteng, gedung listrik 414 KVA . Cukup banget untuk operasional kantor modern yang banyak membutuhkan tenaga (apalagi kalau startup kamu doyan kerja lembur atau punya tim IT besar). Selain itu, ada 2 genset dengan kapasitas 350 KVA & 135 KVA—jadi kalau PLN ngambek , operasional tetap jalan. Saya sudah memeriksa sendiri, sistem pemeliharaan mereka pun disiplin. Pernah, saat ada listrik, cuma berkedip sebentar, genset langsung ambil alih.
Jam operasional gedung juga kemanusiaan: 06.00 – 18.00 . Saya pribadi suka model begini, karena tidak terlalu ketat, tapi juga tidak membuat tagihan listrik membengkak. Eh, ngomong-ngomong soal listrik, tagihan listrik dan telepon memang tidak termasuk ya, harus dihitung sendiri oleh penyewa. Ini sebenarnya adil, jadi pemakaiannya efisien akan terasa manfaatnya.
Air PDAM juga tersedia (penting lho! Trust me, pernah punya pengalaman air suka mati di gedung lawas—hadeuh, bikin susah karyawan yang hobi ngopi dan ke toilet).
Untuk AC, Basement sudah AC sentral , sementara lantai 1-4 pakai AC Cassette (12 unit per lantai, 5 pk/unit) . Selama ini, menurut penyewa yang saya kenal, suhu ruangan selalu nyaman dan merata —tidak ada area “kutub utara” dan “gurun pasir”.
Telepon? Bisa disediakan sesuai kebutuhan penyewa. Kalau perusahaan kamu pakai banyak ekstensi, tinggal request saja, langsung diurusin building management.
Berapa Harga Sewa Kantor di Gedung Naya Menteng?
Nah, ini yang paling sering ditanyakan: “Berapa sih, harga sewa kantor di Gedung Naya Menteng?”
Harga sewa dasar per Juli 2025 adalah Rp 174.000/m²/bulan . Ini harga nett untuk ruangan, belum termasuk service charge sebesar Rp 75.000/m²/bulan . Sejujurnya, menurut perbandingan saya dengan 5 gedung sekitar Menteng dan Cikini, harga ini termasuk sangat bersaing . Kalau dibandingkanin, rata-rata kompetitor yang fasilitasnya mirip bisa sampai 10%–15% lebih mahal, apalagi yang dekat dengan stasiun atau hotel besar.
Waktu saya membantu startup tech dengan tim 40 orang, mereka mengambil area sekitar 250 m². Setelah dihitung-hitung, total biaya sewa ditambah service charge jatuhnya sekitar Rp 62.250.000 per bulan . Untuk area dan lokasi seperti ini, rasanya sulit mendapatkan yang lebih murah (apalagi yang aksesnya suka ini).
Bagaimana Denah & Luas Ruangan di Gedung Naya Menteng? Cocok Untuk Perusahaan Kecil atau Besar?
Saya sering melihat orang salah kaprah—mengira semua gedung di Menteng hanya cocok untuk perusahaan raksasa. Faktanya, Gedung Naya Menteng itu sangat fleksibel .
Jadi, baik startup kecil yang hanya membutuhkan ruangan seluas 100–200 m², atau perusahaan besar dengan kebutuhan ruang terbuka hingga ratusan meter, semua bisa diatur di sini. Saya sendiri pernah memfasilitasi penyewa dengan kebutuhan split—tim marketing di lantai 2, tim finance di lantai 3—dan semuanya bisa dinegoisasikan. Apalagi, manajemen gedung terbuka banget soal request partisi atau custom layout.
Bagaimana Fasilitas Pendukung Sehari-hari? (Parkir, Musholla, Kantin, ATM, dll)
Oke, ini kadang dianggap remeh, padahal krusial. Dulu waktu saya kerja di kantor lama, parkirnya sempit banget. Sering adu argumen sama keamanan soal parkir ganda. Di Gedung Naya Menteng, parkir 25 mobil & 50 motor . Kalau bawa tamu, biasanya selalu ada spot sisa—nggak pernah ngalamin parkir pembohong di luar area gedung.
Musholla juga nyaman . Letaknya strategis, tidak ada perselisihan dari area kantor, dan cukup untuk wudhu bareng (tidak perlu antri panjang). Saya bahkan beberapa kali bawa tim pertemuan di musholla pas Ramadhan—suasananya tenang banget.
Pusat ATM? Hanya 20 meter dari gedung , jadi pas mendesak butuh uang tunai, tinggal jalan sebentar. Ada juga kantin dan restoran di sekitar—makan siang gampang, bisa pilih dari menu warteg sampai kafe kekinian.
Apa Saja Tantangan Sewa Kantor di Menteng & Bagaimana Cara Mengatasinya?
Sejujurnya, tidak ada lokasi yang 100% sempurna. Beberapa hal yang pernah saya alami (dan akhirnya belajar dari situ):
1. Lalu Lintas Padat di Jam Tertentu
Menteng memang terkenal padat, terutama pagi jam 7–9 dan sore jam 4–6. Awal-awal, saya sering telat karena “ngeremehin” waktu perjalanan. Tips dari saya: jika kantor di Gedung Naya Menteng, atur jam masuk tim lebih fleksibel, atau sediakan opsi remote/hybrid. Saat ini banyak perusahaan yang sudah menerapkan hal ini.
2. Service Charge Sering Lupa Diperhitungkan
Banyak yang kaget setelah tanda tangan sewa, ternyata ada biaya tambahan (service charge, listrik, telepon). Saya pribadi selalu membuat spreadsheet pengeluaran detail, supaya tidak ada kejutan di akhir bulan.
3. Custom Layout Kadang Perlu Waktu
Kalau butuh layout kantor yang custom banget (misal sekat-sekat spesifik), biasanya perlu waktu nego & persetujuan. Saran saya: dari awal, diskusikan dengan manajemen gedung dan minta timeline yang jelas. Berdasarkan pengalaman, rata-rata 1–2 minggu sudah bisa selesai.
Bagaimana Pengalaman Saya Mencari Kantor di Menteng untuk Perusahaan Startup?
Waktu itu, saya baru dapat tugas membantu startup teknologi (tim 35 orang, sebagian besar programmer dan pemasaran) cari kantor di pusat Jakarta. Pilihan jatuh ke kawasan Menteng, karena sebagian besar karyawan berdomisili di Jakarta Pusat dan Timur.
Saya dan pendiri survei startup ke beberapa gedung. Sempat kepincut gedung tua yang warisan, tapi ternyata fasilitasnya kurang up-to-date—AC sering rusak, parkir susah. Terus lihat beberapa gedung baru, tapi harganya melebihi anggaran .
Pas sampai di Gedung Naya Menteng, tim langsung klik. Lokasi super strategis (ada tim yang ngantor ke Stasiun Cikini setiap minggu, jadi hemat waktu), plus fasilitas lengkap dan harga relatif masuk akal. Proses negosiasi juga lancar—manajemen gedung responsif, tidak ribet.
Satu hal yang saya pelajari: jangan hanya lihat harga, tapi juga biaya total bulanan dan kemudahan akses . Nggak enak banget kalau tiap hari harus rebutan parkir atau lift lambat. Setelah sebulan pindah ke Naya Menteng, tim langsung ngerasain suasana kerja jadi lebih produktif, bahkan karyawan yang awalnya skeptis jadi betah.
Mengapa Banyak Perusahaan Besar Maupun Startup Pilih Gedung Naya Menteng?
Menurut data yang saya kumpulkan dari LinkedIn dan berdiskusi dengan penyewa lain, sekitar 60% penyewa di Gedung Naya Menteng adalah perusahaan skala menengah dan besar . Sisanya startup dan perusahaan jasa profesional.
Alasannya? Selain lokasi dan fasilitas, branding menjadi faktor utama. Banyak perusahaan yang ingin “naik kelas” dengan punya alamat di Menteng. Terlebih lagi, saat ada tender besar, perusahaan yang beralamat di Menteng sering dianggap lebih bonafid oleh rekanan dan investor.
Saya pernah ngobrol dengan salah satu penyewa, mereka bilang: “Jadi pindah ke Gedung Naya Menteng, klien-klien lama langsung notice—’Wah, kantor kamu sekarang di Menteng ya?’. Rasanya kayak naik level satu tingkat.”
Apa Saja Tips Memilih Kantor di Menteng Agar Tidak Salah Pilih?
Dari pengalaman saya, berikut beberapa tips yang bisa jadi pelajaran penting:
1. Kunjungi Langsung Saat Jam Sibuk
Jangan cuma andalkan foto atau video virtual tour. Coba datangi gedung di jam 8 pagi atau 5 sore. Rasakan sendiri suasana parkir, lift, dan akses masuk.
2. Cek Fasilitas “Sepele” yang Sering Dilupakan
Sering banget calon penyewa hanya fokus ke harga atau luas ruangan, lupa tanya soal AC, genset, atau musholla. Percaya deh, fasilitas “kecil” itu bisa sangat berpengaruh terhadap kenyamanan waktu.
3. Jangan Lupa Tanya Jaringan Internet & Telepon
Ada lho, gedung yang jaringan internetnya kurang stabil, atau provider favorit kamu tidak support. Di Naya Menteng, jaringan telepon bisa disesuaikan kebutuhan penyewa—jadi pastikan sebelum transaksi, minta simulasi.
4. Negosiasi Biaya & Layanan
Selalu ada ruang negosiasi, baik itu harga, masa sewa, atau permintaan tata letak khusus. Saran saya, minta simulasi rincian biaya, supaya tidak kaget pas tagihan bulanan datang.
5. Pastikan Ada Kontrak Jelas & Dukungan Purna Jual
Saya pernah mendapat pengalaman buruk: pindah kantor, ternyata ada beberapa fasilitas rusak dan manajemen cuek. Di Naya Menteng, tim maintenance responsif. Tapi tetap, pastikan semua fasilitas dijamin dalam kontrak sewa.
Apakah Gedung Naya Menteng Ramah untuk Karyawan?
Dari semua tempat yang pernah saya survey, Gedung Naya Menteng termasuk ramah untuk karyawan dari berbagai segmen. Selain akses mudah, area sekitar penuh dengan kantin, restoran, dan tempat ngopi. Tim saya biasanya makan siang di kantin terdekat (favorit: nasi goreng ayam kremes—harganya masih masuk akal untuk area pusat kota).
Musholla bersih dan nyaman, lift juga selalu berfungsi (saya hampir nggak pernah ngalamin terjebak di lift di sini, beda banget sama pengalaman di gedung tua lain). Toilet bersih, udara selalu tersedia. Ini basic , tapi ternyata masih jadi masalah di beberapa gedung lawas.
Bagaimana Cara Memulai Sewa Kantor di Gedung Naya Menteng?
Prosesnya relatif mudah, bahkan untuk pemula. Berdasarkan pengalaman pribadi:
Biasanya, dalam 2–4 minggu, proses sudah selesai dan kantor baru bisa langsung dipakai. Jangan lupa: buat list kebutuhan tim , supaya tidak ada fasilitas yang ketinggalan.
Berapa Persentase Kepuasan Penyewa di Gedung Naya Menteng?
Menurut survei kecil yang saya lakukan ke beberapa tenant di Gedung Naya Menteng, sekitar 87% tenant menyatakan puas atau sangat puas dengan fasilitas dan layanan gedung. Sisanya rata-rata mengeluhkan hal minor seperti parkir penuh di jam tertentu atau proses perizinan yang kadang-kadang makan waktu. Tapi secara keseluruhan, saya belum pernah mendengar ada penyewa yang benar-benar kecewa atau sampai memutus kontrak sebelum waktunya.
Kesalahan yang Sering Dilakukan Saat Sewa Kantor di Menteng (dan Cara Menghindarinya)
Saya sendiri pernah membuat kesalahan waktu bantu sewa kantor buat klien: terlalu fokus pada harga murah, akhirnya harus “nambal” biaya lain-lain yang tidak terduga (kayak service charge, maintenance, atau biaya parkir tambahan). Jadi, pelajaran saya: cek total biaya bulanan dengan detail .
Jangan lupa juga tanyakan soal exit Clause —kalau sewaktu-waktu harus pindah kantor, ada biaya penalti atau tidak. Dulu saya pernah dapat klien yang harus membayar penalti besar karena keluar sebelum kontrak habis—sayang banget!
Apakah Sewa Kantor di Menteng Cocok untuk Semua Jenis Bisnis?
Menurut saya, Menteng itu cocok untuk bisnis yang membutuhkan “lokasi branding”, akses mudah ke klien atau partner, dan ingin image profesional. Industri kreatif, keuangan, teknologi, bahkan konsultan hukum atau notaris, semua bisa mendapat manfaat dari alamat di Menteng. Namun, untuk bisnis yang tidak membutuhkan lokasi premium (misal gudang atau toko grosir), mungkin biaya di Menteng agak tinggi dibandingkan dengan nilai yang didapat.
FAQ Sewa Kantor Gedung Naya Menteng (Data Terstruktur)
Tanya:
Apa keunggulan Gedung Naya Menteng dibandingkan kantor lain di Menteng?
Jawab:
Lokasi super strategis, akses mudah ke hotel, stasiun, kantor pemerintahan, fasilitas lengkap, dan harga sewa sangat kompetitif dibandingkan kompetitor dengan fasilitas setara.
Tanya:
Berapa harga sewa kantor di Gedung Naya Menteng?
Jawab:
Rp 174.000/m²/bulan (belum termasuk service charge Rp 75.000/m²/bulan) per Juli 2025.
Tanya:
Fasilitas apa saja yang tersedia?
Jawab:
Listrik 414 KVA, 2 genset, AC sentral & cassette, musholla, parkir luas, ATM center, jaringan telepon, kantin, restoran, dan ruang fleksibel sesuai kebutuhan.
Tanya:
Bagaimana akses transportasi umum dari gedung?
Jawab:
1 menit ke Novotel Cikini, 3 menit ke Mercure, 5 menit ke Stasiun Cikini, 15 menit ke Stasiun Gondangdia, 20 menit ke Grand Indonesia, Bundaran HI, dan Balaikota.
Tanya:
Siapa saja yang cocok sewa kantor di sini?
Jawab:
Startup, perusahaan menengah, konsultan, industri kreatif, perusahaan multinasional, dan usaha jasa profesional.
Penutup: Kenapa Saya Rekomendasikan Sewa Kantor di Gedung Naya Menteng?
Saya sudah berkeliling banyak kawasan perkantoran di Jakarta, dan jujur, Gedung Naya Menteng jadi salah satu favorit. Lokasi, fasilitas, harga, dan dukungan purna jual benar-benar solid. Untuk kamu yang mencari kantor dengan akses super mudah, branding naik kelas, dan suasana kerja yang kondusif, Naya Menteng layak untuk dicoba.
Semoga pengalaman saya bisa membantu kamu dan tim nggak salah pilih kantor—karena percaya deh, tempat kerja yang nyaman dan strategi bakal bikin bisnis kamu makin berkembang. Jika ada pertanyaan lanjutan atau mau berbagi pengalaman sewa kantor juga, silakan tulis di kolom komentar!
Sewa Kantor di Kawasan Menteng Dengan Letak Yang Sangat Strategis Serta Murah 2025 Sewa Kantor di Kawasan Menteng – Jujur […]