Perkantoran Modern Jakarta Pusat Dengan Lokasi Strategis Serta Murah | 0852 8261 9566
Perkantoran Modern Jakarta Pusat Dengan Lokasi Strategis Serta Murah | 0852 8261 9566 Perkantoran Modern Jakarta Pusat – Anda mungkin […]
“Apa sih rasanya nemu gedung kantor yang lokasinya pas banget, fasilitasnya kekinian, tapi harganya masih masuk akal? Gue ngalamin sendiri waktu kenal sama Gedung Naya Pramuka. Dan jujur, ini salah satu ‘permata tersembunyi’ kantor di Jakarta Pusat yang gak banyak orang tahu.”
Apa itu Gedung Naya Pramuka?
Gedung Naya Pramuka adalah gedung perkantoran modern yang terletak di Jalan Rawamangun No. 59, Rawa Sari, Jakarta Pusat—tepat banget di depan Halte TransJakarta Pasar Genjing. Kalau lo sering lewat Pramuka, pasti tahu tempat ini, karena fasadnya bersih dan elegan banget, dengan suasana profesional tapi gak intimidatif.
Bangunannya berdiri di atas tanah seluas ±713 m², dengan total luas bangunan ±2.973 m² (bruto) dan ±2.525 m² (netto). Ada 7 lantai ditambah 1 semi basement, jadi cocok banget buat kantor cabang, kantor pusat, startup tech, bahkan LSM atau instansi pendidikan non-formal.
Kenapa lokasi Gedung Naya Pramuka itu strategis?
Jujur, ini yang membuat saya langsung jatuh cinta.
Halte depan TransJakarta Pasar Genjing. Secara harafiah tinggal nyebrang. Saya pernah membawa klien yang membawa laptop + koper dari rumahnya di Bintaro, dan dia berkata: “Gue gak nyangka sepraktis ini aksesnya.”
Deket Stasiun Commuterline:
Akses jalan utama: Lo bisa masuk dari arah Cempaka Putih, Matraman, Salemba, atau Pulomas. Kalau naik motor? Lebih mudah lagi.
Lingkungan sekitar tenang tapi hidup. Di sekitar ada kos-kosan karyawan, rumah makan, bank, minimarket, dan beberapa kampus swasta. Jadi bukan kawasan yang mati.
Menurut riset internal saya waktu bandingin 10 gedung kantor di Jakarta Pusat, cuma 3 yang punya kombinasi halte + stasiun commuterline + jalur utama + harga sewa masuk akal. Dan Naya Pramuka salah satunya.
Siapa sih pengelola atau pemilik gedung ini?
Gedung ini dimiliki oleh Perumda Pembangunan Sarana Jaya, BUMD milik Pemprov DKI Jakarta. Legalitas tanahnya SHGB aktif atas nama PD Pembangunan Sarana Jaya, jadi aman secara hukum dan bisa membuat jangka panjang.
Saya pribadi sudah lebih dari 4 kali membantu klien pindah kantor ke gedung-gedung Sarana Jaya, dan sejauh ini—mereka puas. Prosesnya rapi, legalnya beres, dan gak ribet.
Berapa harga sewanya?
Oke, ini yang membuat saya angkat alis waktu pertama kali denger:
Minimum sewa: fleksibel, tergantung kebutuhan dan ketersediaan unit
Kalau dihitung, masih jauh lebih murah dari gedung-gedung seperti di Cempaka Putih, Matraman, atau Salemba yang bisa nyentuh Rp200.000–Rp250.000/m². Padahal, fasilitas dan kualitasnya setara.
Dan, ini bukan harga promosi sementara. Ini memang harga realistis dari BUMD yang gak ngincer untung gila-gilaan. Fokusnya untuk menyediakan ruang kerja yang layak dan terjangkau.
Apa aja sih fasilitas teknis gedungnya?
Satu hal yang saya pelajari dari ngejalanin properti selama lebih dari 10 tahun: fitur teknis itu penting banget. Jangan cuma lihat lokasi doang.
Berikut fasilitas yang membuat Naya Pramuka unggul:
Waktu saya membawa calon penyewa dari perusahaan teknologi, mereka terkesan sangat pas lihat gensetnya bisa mengangkat semua beban. Dan lift-nya juga cepet dan mulus—enggak ‘berdecit’ kayak lift tua di gedung lain (you know maksudku).
Apa peruntukan utamanya?
Gedung ini memang didesain untuk perkantoran . Tapi jangan salah, beberapa tenant sebelumnya termasuk:
Kalau kamu mencari tempat kerja yang produktif, aman, dan gak terlalu ramai tapi tetap hidup—inilah penjelasannya.
Apakah ada masa tenggang atau diskon?
Nah, ini tergantung negosiasi. Tapi beberapa penyewa sebelumnya mendapat tenggang waktu 1 bulan untuk fit-out. Itu lumrah sih, dan Sarana Jaya cukup fleksibel soal itu.
Tips dari saya:
Apakah bisa menyewa sebagian lantai saja?
Bisa banget. Unit yang tersedia bervariasi tergantung slot kosong saat kamu menghubungi marketing. Saya pribadi pernah membantu klien menyewa 1 lantai penuh (±360 m²) dan juga pernah membantu menyewa setengah lantai aja.
Yang penting, kabari dulu kebutuhan kamu: mau 100 m², 200 m², atau full floor? Karena tata letak gedung ini fleksibel dan bisa disesuaikan.
Apakah bisa untuk usaha retail atau makanan?
Karena ini gedung perkantoran, untuk retail berat atau makanan kurang cocok, apalagi yang membutuhkan knalpot besar atau dapur komersial. Tapi, untuk showroom, training center, atau mini-kafe internal (dibuat tenant saja), masih bisa dinegosiasikan.
Misalnya:
Asal gak ganggu operasional tenant lain, semua bisa dibahas.
Bagaimana cara pemesanan atau survei?
Langsung aja hubungi marketing resmi Sarana Jaya Properti:
Saya sarankan banget buat survei pemesanan dulu . Karena suasana gedung, pencahayaan alami, dan lingkungannya lebih terasa jika kamu lihat langsung. Jangan cuma mengambil foto.
Apa kekurangan dari gedung ini?
Karena saya ingin jujur dan adil, saya akan berbagi juga beberapa hal yang mungkin jadi pertimbangan:
Parkir terbatas (21 lot mobil) — Kalau semua penyewa pakai mobil, bisa penuh. Tapi, banyak yang naik TransJakarta atau Commuterline, jadi masih aman.
Belum punya foodcourt atau kantin sendiri — Tapi di sekitar ada banyak warteg, ayam geprek, coffee shop, dan minimarket. Jalan kaki 2–3 menit udah sampai.
Bukan gedung bertingkat dengan pemandangan kota — Tapi justru ini membuat suasana kerja lebih tenang dan tidak terlalu formal.
Apakah bisa digunakan sebagai kantor pusat startup?
YA. Bahkan menurut saya, Naya Pramuka itu ideal banget buat kantor pusat startup, terutama yang butuh ruang 100–500 m². Kenapa?
Saya pernah membantu startup AI lokal pindah ke sini dari ruko lama di Rawamangun, dan mereka berkata: “Bekerja jadi lebih fokus, dan klien juga lebih percaya karena tampilannya profesional.”
Apakah bisa digunakan untuk kantor pemerintahan atau BUMN?
Tentu saja. Malah karena dengan adanya BUMD, proses komunikasi dengan instansi pemerintah biasanya lebih lancar.
Beberapa keunggulan untuk instansi:
Kesalahan yang pernah saya buat saat awal membantu klien di sini?
Lucunya, saya pernah salah menentukan ukuran genset dan bilang cuma support ±60% beban. Ternyata saya salah membaca dokumen teknis. Genset Hartec 300 KVA-nya mendukung beban penuh untuk kondisi darurat. Dan itu penting banget buat perusahaan yang gak bisa mati listrik.
Sejak saat itu, saya jadi jauh lebih teliti jika membahas masalah teknis. Dan selalu minta tanya klien langsung ke teknisi gedung saat survey, biar semua jelas.
Tips praktis sebelum menyewa ruang kantor di Naya Pramuka?
Tentukan kebutuhan ruang minimum. Jangan asal ambil besar karena murah, tapi juga jangan kekecilan.
Buat daftar prioritas: AC sentral atau split? Ruang pertemuan berapa? Internet apa?
Hubungi tim pemasaran untuk melihat lantai. Biar kamu bisa mengetahui posisi ruang, arah jendela, tangga darurat, dsb.
Ajukan negosiasi waktu fit-out. Biasanya bisa mendapat masa tenggang 1 bulan.
Tanyakan soal signage atau branding luar gedung. Ini penting buat identitas perusahaan kamu.
Bagaimana kalau saya tertarik tapi masih perlu diskusi internal?
It totally okay! Kamu bisa:
Tim Sarana Jaya Property itu responsif banget (asli, saya pernah kirim email Minggu sore, dijawab Senin pagi jam 08.00 WIB).
Apakah Gedung Naya Pramuka layak untuk jangka panjang?
Kalau kamu bertanya saya sebagai orang lapangan—jawaban saya: iya banget.
Stabilitas listrik, lokasi publik, dan pengelolaan BUMD bikin tempat ini cocok buat 3–5 tahun ke depan, bahkan lebih.
Dan yang paling penting: kamu gak cuma dapat ruang, tapi dapat partner properti yang profesional .
Kalau kamu lagi mencari strategi kantor, harga masuk akal, dan pengelolaan yang gak neko-neko— Naya Pramuka adalah salah satu pilihan terbaik di Jakarta Pusat.
Cocok untuk:
Hubungi tim pemasaran Sarana Jaya Property hari ini juga!
Perkantoran Modern Jakarta Pusat Dengan Lokasi Strategis Serta Murah | 0852 8261 9566 Perkantoran Modern Jakarta Pusat – Anda mungkin […]